Berdiet Tak Bisa Serampangan

Kesehatan
RAB.com (JAKARTA): Sebagian orang, termasuk generasi milenial, sekarang sudah mulai paham akan makanan. Apapun yang akan disantap bahkan ditimbang dan diukur kandungan kalorinya. Tak sedikit yang melakukan diet berpantang misalnya sebisa mungkin membatasi karbohidrat yang masuk ke tubuh. Sejumlah kasus terdengar. Salah satunya adalah seorang pediet shirataki yang mengganti semua nasi dengan shirataki alias tidak makan nasi sama sekali. Dikisahkan bahwa saat si pediet tadi positif covid, kejadian yang biasa saja menjadi luar biasa. "Dia nggak sembuh-sembuh, masuk ICU, bahkan sampai mau lewat. Itu gara-gara tidak terkontrol metabolismenya karena dia mengkonsumsi shirataki," komentar kalangan dekatnya. Menanggapi kejadian itu, pakar nutrisi Saptawati Bardosono mengatakan bahwa saat berdiet sebaiknya setiap orang harus hati-hati. Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang akrab disapa Prof Tati ini, soal makan ini…
Read More

Dorong Sektor Kuliner Mendunia, Pemerintah Tiru Thailand

Uncategorized
RAB.com (JAKARTA): Kementerian Koperasi dan lembaga pemerintah terkait sedang mengupayakan fasilitasi agar pengusaha kuliner Indonesia bisa go international. Selain juga terus mendorong agar industri bumbu lokal bisa mendapatkan sertifikasi internasional sehingga produknya bisa menembus pasar ekspor yang sangat ketat persyaratannya. "Di pemerintah sekarang sedang bicara bagaimana memperkuat industri makanan kita berbasis pada keberagaman budaya kita. Kita mesti meniru model Thailand," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan sambutan pada syukuran hari ulang tahun ke-1 Indonesian Gastronomi Community (IGC) pada 6 Mei di Hotel Grand Sahid Jaya. Dalam acara bertema Kisah Selera Indonesia-Berbagi Rasa & Keceriaan yang juga dihadiri Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek Hilmar Farid, IGC memberikan penghargaan kepada tokoh yang dinilai  berjasa pada pengembangan gastronomi Indonesia. Ketua Umum IGC Ria Musiawan  juga mengumumkan rencana…
Read More

Tumpeng: Dari Ritual Keraton ke Pribadi

Uncategorized
Tumpeng menjadi tradisi dan makanan utama pada berbagai acara di seluruh Indonesia. Fungsi simbolis makanan yang sarat dengan berbagai pemaknaan ini konon kian terancam dengan makin merebaknya popularitas makanan dari mancanegara. Untuk mendalami dan memahami tumpeng terkait asal-usul, transformasinya dari sajian keraton menjadi makanan yang sepertinya harus ada dalam berbagai acara, hingga pemaknaan dan simbolisasi beragam tumpeng, berikut wawancara dengan Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Poeger (Gusti Poeger) putera Paku Buwono (PB) XII yang anggota Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat/Kasunanan Solo serta praktisi adat (ritual & pawukon) Jawa. T: Bagaimana awal mula tradisi tumpeng ini? Tumpeng niku sing buka kulo, wilujengan kabeh sing menterjemahkan kulo. Menterjemahkan dari predikat naskah Jawa lawas. Jadi keraton ini kerajaan Islam, la kenapa ada itu. Islam kan gak ada itu, la kok bisa… Ternyata itu…
Read More